(Sekolah dan Labilitas adalah proses menuju kedewasaan. Ini ceritaku. Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Bismillah :'))

Pages

Rabu, 03 Oktober 2012

Aku dan aku, menjadi aku tanpa bintang




Aku adalah wanita.
Aku ingin seperti langit.
Langit yang selalu setia dengan bintangnya.
Langit yang selalu melindungi bintangnya.
Langit yang akan mendung mengumpulkan uap kesedihannya sehingga akan menjadi tangisan jika bintang tidak ada di sampingnya.
Tidakkah benar jika seorang perempuan lebih pantas menjadi bintang?
Bintang yang akan selalu setia oleh sang langit.
Bintang yang selalu ingin dilindungi oleh langit.
Bintang yang tidak ingin melihat sang langit menangis hanya karna dia tidak ada di sampingnya.
Lalu? Mengapa aku ingin menjadi langit?
Aku ingin menjadi setia dengan ‘’bintangku’’.
Aku ingin menjadi pelindung untuk seorang ‘’bintangku’’.
Dan aku akan sangat bersedih jika ‘’bintangku’’ menjauh, dan menangis jika bintangku menghilang.
Aku akan menjadi langit.
Langit yang bijaksana dan akan memilih bintang yang sangat terang
Selamanya akan menjaga bintang itu tetap terang.

Aku dan aku, menjadi aku tanpa bintang




Aku adalah wanita.
Aku ingin seperti langit.
Langit yang selalu setia dengan bintangnya.
Langit yang selalu melindungi bintangnya.
Langit yang akan mendung mengumpulkan uap kesedihannya sehingga akan menjadi tangisan jika bintang tidak ada di sampingnya.
Tidakkah benar jika seorang perempuan lebih pantas menjadi bintang?
Bintang yang akan selalu setia oleh sang langit.
Bintang yang selalu ingin dilindungi oleh langit.
Bintang yang tidak ingin melihat sang langit menangis hanya karna dia tidak ada di sampingnya.
Lalu? Mengapa aku ingin menjadi langit?
Aku ingin menjadi setia dengan ‘’bintangku’’.
Aku ingin menjadi pelindung untuk seorang ‘’bintangku’’.
Dan aku akan sangat bersedih jika ‘’bintangku’’ menjauh, dan menangis jika bintangku menghilang.
Aku akan menjadi langit.
Langit yang bijaksana dan akan memilih bintang yang sangat terang
Selamanya akan menjaga bintang itu tetap terang.

Selasa, 02 Oktober 2012

Cinta Tak Kenal Masa



          Suatu ketika, sepasang kakek nenek ditanya oleh anak dan cucunya tentang kiat menjaga keharmonisan keluarga hingga bertahan puluhan tahun. Seraya tersenyum, nenek berujar. “Ini pengalaman kami yang tak mungkin terlupa. Satu hari, kami sepakat untuk tidur terpisah sambil menuliskan hal-hal yang tidak disukai dari pasangan kita. Pagi harinya, selepas sarapan, kami membacakan catatan masing-masing. Ada tiga halaman nenek menuliskan hal-hal yang nenek tidak suka dari kakek.

Senin, 01 Oktober 2012

Ayah dan Anak



                Ada satu keluarga yang jauh dari Islam. Bapaknya sangat rusak, begitu pula anak-anaknya. Namun, ada salah satu anak yang sangat berbakti. Oleh karenanya, ia sering mendapat celaan dan hinaan dari bapak dan saudaranya.

                Anak itu umurnya masih 15-16 tahun. Namun, apa yang dilakukan oleh pemuda ini? Setiap kali ia diolok-olok dan dicaciia segera melaksanakan shalat lalu berdoa untuk ayahnya.

                Pada suatu hari sang Ayah pergi bekerja ke luar kota tanpa sepengetahuannya. Seperti biasa, pada malam harinya, si anak shalat dengan khusyuk.

                Di malam itu juga ayahnya pulang. Ia masuk ke dalam rumah dengan perlahan-lahan agar tidak mengganggu anak-anaknya. Ia melihat anaknya shalat dengan khusyuk sambil berdoa.

                Sesudah sholat si anak ini berdoa untuk ayahnya. Ayahnya yang melihat terpana dan terdiam sesaat di tempatnya. Sementara si anak yang tidak mengetahui kedatangan ayahnya tetap berdoa sambil menangis. Tak lama kemudian, sang ayah mengambil air wudhu dan shalat di belakang putranya.

Ayah dan Anak



                Ada satu keluarga yang jauh dari Islam. Bapaknya sangat rusak, begitu pula anak-anaknya. Namun, ada salah satu anak yang sangat berbakti. Oleh karenanya, ia sering mendapat celaan dan hinaan dari bapak dan saudaranya.

                Anak itu umurnya masih 15-16 tahun. Namun, apa yang dilakukan oleh pemuda ini? Setiap kali ia diolok-olok dan dicaciia segera melaksanakan shalat lalu berdoa untuk ayahnya.

                Pada suatu hari sang Ayah pergi bekerja ke luar kota tanpa sepengetahuannya. Seperti biasa, pada malam harinya, si anak shalat dengan khusyuk.

                Di malam itu juga ayahnya pulang. Ia masuk ke dalam rumah dengan perlahan-lahan agar tidak mengganggu anak-anaknya. Ia melihat anaknya shalat dengan khusyuk sambil berdoa.

                Sesudah sholat si anak ini berdoa untuk ayahnya. Ayahnya yang melihat terpana dan terdiam sesaat di tempatnya. Sementara si anak yang tidak mengetahui kedatangan ayahnya tetap berdoa sambil menangis. Tak lama kemudian, sang ayah mengambil air wudhu dan shalat di belakang putranya.

Ayah dan Anak



                Ada satu keluarga yang jauh dari Islam. Bapaknya sangat rusak, begitu pula anak-anaknya. Namun, ada salah satu anak yang sangat berbakti. Oleh karenanya, ia sering mendapat celaan dan hinaan dari bapak dan saudaranya.

                Anak itu umurnya masih 15-16 tahun. Namun, apa yang dilakukan oleh pemuda ini? Setiap kali ia diolok-olok dan dicaciia segera melaksanakan shalat lalu berdoa untuk ayahnya.

                Pada suatu hari sang Ayah pergi bekerja ke luar kota tanpa sepengetahuannya. Seperti biasa, pada malam harinya, si anak shalat dengan khusyuk.

                Di malam itu juga ayahnya pulang. Ia masuk ke dalam rumah dengan perlahan-lahan agar tidak mengganggu anak-anaknya. Ia melihat anaknya shalat dengan khusyuk sambil berdoa.

                Sesudah sholat si anak ini berdoa untuk ayahnya. Ayahnya yang melihat terpana dan terdiam sesaat di tempatnya. Sementara si anak yang tidak mengetahui kedatangan ayahnya tetap berdoa sambil menangis. Tak lama kemudian, sang ayah mengambil air wudhu dan shalat di belakang putranya.