(Sekolah dan Labilitas adalah proses menuju kedewasaan. Ini ceritaku. Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Bismillah :'))

Pages

Tampilkan postingan dengan label truestory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label truestory. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Oktober 2012

Si Kaya dan Si Miskin


        Alkisah, di suatu negeri pernah hidup seorang yang kaya raya, yang rajin beribadah dan beramal. Meski kaya raya, ia tak sombong. Kekayaannya digunakan untuk membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat, tetangganya yang miskin, serta amal sosial lainnya. Salah satu yang sering dibantu adalah tetangganya yang miskin. Sesudah meninggal, si kaya ini pun masuk surga. Secara tak terduga,di surga yang sama, ia bertemu dengan mantan tetangganya yang miskin dulu. Ia pun menyapa. 

Selasa, 02 Oktober 2012

Cinta Tak Kenal Masa



          Suatu ketika, sepasang kakek nenek ditanya oleh anak dan cucunya tentang kiat menjaga keharmonisan keluarga hingga bertahan puluhan tahun. Seraya tersenyum, nenek berujar. “Ini pengalaman kami yang tak mungkin terlupa. Satu hari, kami sepakat untuk tidur terpisah sambil menuliskan hal-hal yang tidak disukai dari pasangan kita. Pagi harinya, selepas sarapan, kami membacakan catatan masing-masing. Ada tiga halaman nenek menuliskan hal-hal yang nenek tidak suka dari kakek.

Senin, 01 Oktober 2012

Ayah dan Anak



                Ada satu keluarga yang jauh dari Islam. Bapaknya sangat rusak, begitu pula anak-anaknya. Namun, ada salah satu anak yang sangat berbakti. Oleh karenanya, ia sering mendapat celaan dan hinaan dari bapak dan saudaranya.

                Anak itu umurnya masih 15-16 tahun. Namun, apa yang dilakukan oleh pemuda ini? Setiap kali ia diolok-olok dan dicaciia segera melaksanakan shalat lalu berdoa untuk ayahnya.

                Pada suatu hari sang Ayah pergi bekerja ke luar kota tanpa sepengetahuannya. Seperti biasa, pada malam harinya, si anak shalat dengan khusyuk.

                Di malam itu juga ayahnya pulang. Ia masuk ke dalam rumah dengan perlahan-lahan agar tidak mengganggu anak-anaknya. Ia melihat anaknya shalat dengan khusyuk sambil berdoa.

                Sesudah sholat si anak ini berdoa untuk ayahnya. Ayahnya yang melihat terpana dan terdiam sesaat di tempatnya. Sementara si anak yang tidak mengetahui kedatangan ayahnya tetap berdoa sambil menangis. Tak lama kemudian, sang ayah mengambil air wudhu dan shalat di belakang putranya.

Ayah dan Anak



                Ada satu keluarga yang jauh dari Islam. Bapaknya sangat rusak, begitu pula anak-anaknya. Namun, ada salah satu anak yang sangat berbakti. Oleh karenanya, ia sering mendapat celaan dan hinaan dari bapak dan saudaranya.

                Anak itu umurnya masih 15-16 tahun. Namun, apa yang dilakukan oleh pemuda ini? Setiap kali ia diolok-olok dan dicaciia segera melaksanakan shalat lalu berdoa untuk ayahnya.

                Pada suatu hari sang Ayah pergi bekerja ke luar kota tanpa sepengetahuannya. Seperti biasa, pada malam harinya, si anak shalat dengan khusyuk.

                Di malam itu juga ayahnya pulang. Ia masuk ke dalam rumah dengan perlahan-lahan agar tidak mengganggu anak-anaknya. Ia melihat anaknya shalat dengan khusyuk sambil berdoa.

                Sesudah sholat si anak ini berdoa untuk ayahnya. Ayahnya yang melihat terpana dan terdiam sesaat di tempatnya. Sementara si anak yang tidak mengetahui kedatangan ayahnya tetap berdoa sambil menangis. Tak lama kemudian, sang ayah mengambil air wudhu dan shalat di belakang putranya.

Ayah dan Anak



                Ada satu keluarga yang jauh dari Islam. Bapaknya sangat rusak, begitu pula anak-anaknya. Namun, ada salah satu anak yang sangat berbakti. Oleh karenanya, ia sering mendapat celaan dan hinaan dari bapak dan saudaranya.

                Anak itu umurnya masih 15-16 tahun. Namun, apa yang dilakukan oleh pemuda ini? Setiap kali ia diolok-olok dan dicaciia segera melaksanakan shalat lalu berdoa untuk ayahnya.

                Pada suatu hari sang Ayah pergi bekerja ke luar kota tanpa sepengetahuannya. Seperti biasa, pada malam harinya, si anak shalat dengan khusyuk.

                Di malam itu juga ayahnya pulang. Ia masuk ke dalam rumah dengan perlahan-lahan agar tidak mengganggu anak-anaknya. Ia melihat anaknya shalat dengan khusyuk sambil berdoa.

                Sesudah sholat si anak ini berdoa untuk ayahnya. Ayahnya yang melihat terpana dan terdiam sesaat di tempatnya. Sementara si anak yang tidak mengetahui kedatangan ayahnya tetap berdoa sambil menangis. Tak lama kemudian, sang ayah mengambil air wudhu dan shalat di belakang putranya.

Minggu, 30 September 2012

Kerang mutiara atau kerang rebus?



          Pernah, saat saya sedang memancing rawa, Bapak datang dan duduk di sebelah saya. Ia berkata, “Mil, bapak mau cerita, mau dengar?” Saya mengangguk. “Kamu tahu proses terjadinya mutiara?” tanya bapak. Saya menggeleng.

          Sambil merangkul pundak, beliau melanjutkan ceritanya. “Waktu kerang muda mencari makan atau bergerak untuk pindah ia akan membuka cangkang penutup badannya. Buka...tutup...buka...tutup. nah, suatu kali saat cangkang itu terbuka sebutir pasir masuk ke dalam cangkang kerang itu. Sang kerang pun menangis sambil memanggil-manggil ibunda. “Bu sakit Bu...ada yang masuk ke dalam tubuhku.”

Selasa, 25 September 2012

Terima kasih ayah


            Suatu ketika, seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memeperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin. Pada perjalanan pulang, sang ayah bertanya kepada anaknya. “bagaimana perjalana kali ini?” tanya sang ayah. “wah, sangat luar biasa ayah,” jawab anak “Kau lihat kan betapa manusia bisa sangat miskin?” kata ayahnya. “Oh iya,” kata anaknya,  “Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?” tanya ayahnya.

Batu Rubi yang Retak



                Alkisah, di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Saat permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu rubi itu kepada nistri tercintanya. Tetapi, saat batu Rubi itu dikeluarkan dari tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores retak cukup dalam.

                Kemudian sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata di negri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan. Tidak lama kemudian, datanglah seorang setengah tua yang berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakkinkan, para prajurit menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengarnya keributan, sang raja memerintahkan untuk menghadap.

Jumat, 21 September 2012

7 Keajaiban Dunia



                Sekelompok pelajar kelas Geografi belajar mengenai “7 Keajaiban Dunia.” Pada akhir pelajaran, pelajar tersebut diminta untuk membuat daftar yang mereka pikir merupakan “7 Keajaiban dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi:

1)Piramida Besar di Mesir
2)Taj Mahal
3)Grand Canyon
4)Panama Canal
5)Empire State Building
6)St. Peter’s Basilica 
7)Tembok China

                Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang gadi yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru bertanya kepadanya apakah ia memiliki kesulitan dengan daftarnya. Gadis pendiam itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya. Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya,” Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, saya pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah:
1)Bisa menyentuh
2)Bisa mencicip
3)Bisa melihat
4)Bisa mendengar.
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...
5)Bisa merasakan
6)Bisa tertawa
7)Dan bisa mencintai.
         
       Ruang kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban” sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai “biasa”. Semoga kita hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib pada diri kita.

Kamis, 20 September 2012

Segelas Susu



                Satu hari, seorang anak lelaki miskin kehabisan uang. Ia memutuskan meminta makana kepada seoang ibu pejabat. Ketika ibu tersebut membuka pintu, si anak tidak berani untuk meminta makan, ia hanya meminta segelas air. Taoi, ibu tersebut memberinya segelas susu. Susu itupun dimunum oleh anak tsb, sambil bertanya, “Berapa harga segelas susu besar ini?” Ibu menjawab, “Kamu tidak perlu membayar apapun. Orang tua kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran, jika melakukan kebajikan.”

                Beberapa puluh tahun kemudian ibu ini mengalami sakit kritis. Sehingga harus dikirim ke rumah sakt ibukota. Di sana ada dokter yang mampu mengobati penyakit komplikasinya itu.

Rabu, 19 September 2012

Kearifan Segenggam Garam



                Dahulu, hiduplah seorang lelaki tua yang terkenal saleh dan bijak. Di suatu pagi, datanglah seorang lelaki muda. Tanpa membuang waktu, dia ungkapkan semua resahnya. Pak Tua yang bijak, hanya meendengarkannya dengan teliti an seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Dia teburkan garam itu ke dalam gelas, “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?” pinta Pak Tua itu. “Asin dan pahit, pahit sekali.”, jawab sang tamu, sambil meludah ke tanah.
                Ia lalu mengajak tamunya ini berjalan ke tepi telaga di hutan dekat rumahnya, lalu ia menaburkan garam tadi ke dalam telaga. Dia berkata, “Coba, ambil air telaga ini, dan minumlah”. Saat tamu itu selesai minum, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?” “Segar,” sahut tamunya, “Apa kamu masih merasaka garam di dalam air itu?” tanya Pak Tua lagi. “Tidak,” jawab tamunya.
                “Anakku, dengarlah, pahitnya kehidupan ibarat segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu sama, dan akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, selalu berasal dari bagalmana cara kita meletakkan segalanya. Semua tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan hidup, hanya ada satu hal yang boleh kamu lakukan: lapangkanlah dadamu untuk menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Luaskanlah wadah pergaulanmu supaya kamu mempunyai pandangan hidup yang luas. Kamu akan banyak nelajar dari keleluasan itu.” Ucapnya bijak.

Sabtu, 15 September 2012

Memberi yang Terbaik




Seorang ibu tua menggendong buntalan kain. Wajhnya merah tersengat matahari. Saya memanggilnya, “Jualan apa ibu?”. “Ini den, jualan kain lap, handuk, keset, buatan anak-anak yatim di kampung.” “Kampung ibu dimana?” “Majalaya – Bandung  Den” jawab sang ibu. Saya terperangah. Ibu lanjut usia itu bersedia dan mampu berjualan ke berbagai kota di Jawa Barat. Ibu Etin akan kembali ke kota yang sama tiga bulan kemudian. “Kenapa ibu masih berjualan?” saya terus bertanya.
               
“Di kampung saya kan banyak anak yatim. Saya senang dengan mereka. Mereka membuat keset, handuk, dan kain lap ini, tapi tidak bisa menjual. Maklum, masih anak-anak. Takut ketemu orang. Saya ingin membantu mereka tapi saya nggak punya uang. Yang saya punya satu-satunya hanya tenaga. Jadi, saya bantu mereka berjualan. Kalau hasilnya laku dijual kan mereka bisa terus membuat kain lap ini dan terus sekolah.” Urai Bu Etin sambil tersenyum.
               
Jawaban Ibu Etin menghentikan pertanyaan saya. Cintanya apada anak yatim membuatnya melupakan usianya. Dia abaikan jarak tempuh. Dia lupakan tidur bersama putra dan cucunya. Dia gendong 20 kodi (400 potong kain) dari satu tempat ke tempat lain.
Teriakan ibu Etin “Kain lap...handuk...keset...kain lap, handuk...keset” ketika menjajakan dagangan keliling kota telah menginspirasi saya memberi yang terbaik.

Rabu, 12 September 2012

I Love You Mother




Ini adalah mengenai nilai kasih ibu dari seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyiapkan makan malam di dapur.
Kemudian dia menyodorkan selembar kertas yang bertulis sesuatu, si ibu segera membersihkan tangan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

Rabu, 22 Agustus 2012

Hard Rock

Rasanya tahu kamu sudah ada pacar itu sesuatu,
Sesuatu yang bisa ngebuat aku senyum.
Dengan sendirinya, bibirku kebentuk pisang yang guling-guling.

Tapi aku mesti ingat kok kata-katanya pak Andi
Berpegang itu, nggak akan ada sakit hati.
Malah rasanya seneng banget,

Kalau sebelumnya, aku orangnya kepo banget tentang kamu,
sekarang sorry ya, kepoku sama kimia deh,
Ngurusin kimia, matematika, biologi sama fisika aja belum beres.
Jangan bertindak labil lagi kayak dulu put, nggilani ah.

Apa untungnya ya?

Bagiku, laki-laki baik itu tidak hanya melihat keindahan wanita hanya satu kedipan mata,
"wah cewek itu kok cantik banget ya? ayo deketin yok"
Kesannya itu gimana ya? Labil, alay pol,

Aku hanya ingin diperjuangkan dengan sesungguhnya, seperti aku selalu memperjuangkan kamu.
Dan akhirnya ke-selalu-anku memperjuangkan kamu sudah tidak lanjut untuk terealisasikan lagi. Kukira kamu pasti mau nunggu. Tapi ya enggak kenyataannya. Perjuangan buat jadi cewek sempurna memang nggak sia-sia kok. Aku belajar masak, sekolah beneran. maksudku pada awalnya, biar jadi yang sempurna. Yang sempurna buat kamu. Tapi ternyata kamu juga tidak berjuang untuk menjadi sempurna buat aku. Dan usahaku yang awalnya aku lakukan buat kamu sudah berubah haluan. Aku bukan anak labil lagi. Haluanku, arahku, tujuanku, semata-mata karena Allah, juga karena perjuangan orang tuaku.

Akan ada saatnya kamu merasa kehilangan kehadiran saya ketika saya memutuskan untuk berhenti mencintai kamu.
Bukan mudah rasanya kalau kamu merasa kehilangan, apalagi kehilangan orang yang telah masuk dalam kehidupanmu. Aku memang merasa telah berhenti dicintai, dan memang merasa sangat kehilangan. Tapi dengan begitu, saya dengan tekad yang bulat memutuskan untuk berhenti mencintai. Apakah dia juga merasa kehilangan seperti saya? Siapa tahu?

Blajar..Belajar..Belajar...
Jangan dikira postingan ini adalah wujud dari aku tidak terima keaadanmu sekarang ya,
jangan dikira aku sudah gila gara-gara kau sudah ada, ihhh

Tapi tujuanku memostingkan ini adalah mengosongkan sejenak semua pikiran dan memfokuskan sampai aku menjadi benar-benar berhasil. Bukan Move ON!!!

Selasa, 14 Agustus 2012

Bukber IPA 1



Jauh-jauh hari kita ngerencanain bukber bareng,
kasih makasih dong buat sahabat-sahabat OSIS yang udah ngadain acara "FAIR DAY" di sekolah
Makasih ya, acara fairdaynya bareng anak kelas lama, seru lo,
Itu mungkin event terakhir bareng OXIPAS <3
nama kelasku waktu kelas 11 dulu, 

Kelas 11 itu have fun, nyantai, pencarian jati diri,
pas banyak-banyaknya temen , 
Mereka seru, beneran seru, serunya masa SMA ya pas kelas 11
walaupun semua dari anak ma'had tapi tetep kompakkan,
kompakkan ga ngerjain PR, kompakkan ga jadi ulangan. hahahahaha

Jadi ceritanya, FAIR DAY itu pengganti acara rutinitas FUN FESTIVAL
itu acara sekolahku, acara pensi dalam rangka ngerayain HUTnya sekolah,
berhubung HUT-nya waktu ramadhan mungkin, jadi diganti FAIR DAY ini dueh

FAIR DAY itu kita satu sekolah buka stan yang isinya makana apa ta'jil buat buka puasa,
di stan IPA 1 ini ada pisang coklat, gorengan, es buah, puding.
pasti butuh modal buat jual-jualan kayak gitu, 
Murah kok, aku narikinya cuman 15.000, itu mereka sudah dapet nasi lalap buat bukber bareng,

sayang yaa.. waktu acara FAIR DAY nya ga ada yang bawa kamera, 
jadi gak ada snapshot-snapshotnya anak-anak
sayangg sekali, :'(

dan ternyata, malah uangnya sisa 305.000, hayooo jjaangg,,,
daan, kita mau ngadain bukber sesi keduaa.!!!
tapi sekali-kali lah, mayoritas anak ma'had makannya yang enak-enak
bukan nasi lalap lagi, tapi nasi bebek.

yaa kalau mau makan enak kan harus bondo, jadi bayar 10.000 lagi ya,
setara kok sama bayarnya, PUAASSS.....MANTAAPP,
hahahahaha....kalo yang ini ada galerinya
nih, enjoy it my friends :)

Sabtu, 24 September 2011

Cerita Berhikmah P.A.R.T 3


Si Kaya dan Si Miskin
        
      Alkisah, di suatu negeri pernah hidup seorang yang kaya raya, yang rajin beribadah dan beramal. Meski kaya raya, ia tak sombong. Kekayaannya digunakan untuk membangun rumah ibadat, menyantuni anak yatim, membantu saudara, kerabat, tetangganya yang miskin, serta amal sosial lainnya. Salah satu yang sering dibantu adalah tetangganya yang miskin. Sesudah meninggal, si kaya ini pun masuk surga. Secara tak terduga,di surga yang sama, ia bertemu dengan mantan tetangganya yang miskin dulu. Ia pun menyapa.
        “Apa kabar, sobat! Sungguh tak terduga bisa bertemu kamu disini,” ujar si kaya.
        “Mengapa tidak? Bukankah Tuhan memberikan surga kepada siapa yang dikehendaki-Nya?” .
       “Jangan salah paham, sobat. Cuman aku ingin tahu, amalan apa yang kau buat lakukan sehingga mendapat karunia surga ini?”

Rabu, 21 September 2011

Cerita Berhikmah P.A.R.T 2


Terima kasih ayah
            Suatu ketika, seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memeperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin. Pada perjalanan pulang, sang ayah bertanya kepada anaknya. “bagaimana perjalana kali ini?” tanya sang ayah. “wah, sangat luar biasa ayah,” jawab anak “Kau lihat kan betapa manusia bisa sangat miskin?” kata ayahnya. “Oh iya,” kata anaknya,  “Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?” tanya ayahnya.
            Kemudian si anak menjawab, “Saya saksikan bahwa :Kita hanya punya satu kelinci, mereka punya empat. Kita punya kolam renang yang luas dan mereka mmiliki telaga yang tidak ada batasnya. Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari. Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya. Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi”. Mendengar hal ini sang ayah tak dapat berbicara.
            Kemudian sang anak menambahkan “Terima kasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita”. Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan sebaliknya terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseoran. Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Allah SWT daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih. Jadi syukurilah hidup ini.

Minggu, 11 September 2011

Cerita Berhikmah P.A.R.T 1


Cinta Tak Kenal Masa

          Suatu ketika, sepasang kakek nenek ditanya oleh anak dan cucunya tentang kiat menjaga keharmonisan keluarga hingga bertahan puluhan tahun. Seraya tersenyum, nenek berujar. “Ini pengalaman kami yang tak mungkin terlupa. Satu hari, kami sepakat untuk tidur terpisah sambil menuliskan hal-hal yang tidak disukai dari pasangan kita. Pagi harinya, selepas sarapan, kami membacakan catatan masing-masing. Ada tiga halaman nenek menuliskan hal-hal yang nenek tidak suka dari kakek.
          Tak ingin ketinggalaan, kakek pun menyahut, “Kalian tahu berapa banyak poin yang kakek tidak suka dari nenek? Kertas yang kakek bawa isinya kosong. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikitpun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”
          “Hal itu membuat nenek jadi terharu. Sejak saat itu, tak pernah ada masalah yang mampu menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua,” pungkas nenek.
          Tak jarang, kita sering menghabiskan energi mengumpulkan sisi buruk pasangan kita. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita. Hal penting yang selayaknya kita yakini, kita akan menjadi manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan, pengharapan dan kedamaian.