Alkisah, di suatu negeri pernah hidup
seorang yang kaya raya, yang rajin beribadah dan beramal. Meski kaya raya, ia
tak sombong. Kekayaannya digunakan untuk membangun rumah ibadat, menyantuni
anak yatim, membantu saudara, kerabat, tetangganya yang miskin, serta amal
sosial lainnya. Salah satu yang sering dibantu adalah tetangganya yang miskin.
Sesudah meninggal, si kaya ini pun masuk surga. Secara tak terduga,di surga
yang sama, ia bertemu dengan mantan tetangganya yang miskin dulu. Ia pun
menyapa.
Tampilkan postingan dengan label truestory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label truestory. Tampilkan semua postingan
Kamis, 11 Oktober 2012
Selasa, 02 Oktober 2012
Cinta Tak Kenal Masa
Suatu ketika, sepasang kakek nenek
ditanya oleh anak dan cucunya tentang kiat menjaga keharmonisan keluarga hingga
bertahan puluhan tahun. Seraya tersenyum, nenek berujar. “Ini pengalaman kami
yang tak mungkin terlupa. Satu hari, kami sepakat untuk tidur terpisah sambil
menuliskan hal-hal yang tidak disukai dari pasangan kita. Pagi harinya, selepas
sarapan, kami membacakan catatan masing-masing. Ada tiga halaman nenek
menuliskan hal-hal yang nenek tidak suka dari kakek.
Senin, 01 Oktober 2012
Ayah dan Anak
Ada
satu keluarga yang jauh dari Islam. Bapaknya sangat rusak, begitu pula
anak-anaknya. Namun, ada salah satu anak yang sangat berbakti. Oleh karenanya,
ia sering mendapat celaan dan hinaan dari bapak dan saudaranya.
Anak
itu umurnya masih 15-16 tahun. Namun, apa yang dilakukan oleh pemuda ini?
Setiap kali ia diolok-olok dan dicaciia segera melaksanakan shalat lalu berdoa
untuk ayahnya.
Pada
suatu hari sang Ayah pergi bekerja ke luar kota tanpa sepengetahuannya. Seperti
biasa, pada malam harinya, si anak shalat dengan khusyuk.
Di
malam itu juga ayahnya pulang. Ia masuk ke dalam rumah dengan perlahan-lahan
agar tidak mengganggu anak-anaknya. Ia melihat anaknya shalat dengan khusyuk
sambil berdoa.
Sesudah
sholat si anak ini berdoa untuk ayahnya. Ayahnya yang melihat terpana dan
terdiam sesaat di tempatnya. Sementara si anak yang tidak mengetahui kedatangan
ayahnya tetap berdoa sambil menangis. Tak lama kemudian, sang ayah mengambil
air wudhu dan shalat di belakang putranya.
Ayah dan Anak
Ada
satu keluarga yang jauh dari Islam. Bapaknya sangat rusak, begitu pula
anak-anaknya. Namun, ada salah satu anak yang sangat berbakti. Oleh karenanya,
ia sering mendapat celaan dan hinaan dari bapak dan saudaranya.
Anak
itu umurnya masih 15-16 tahun. Namun, apa yang dilakukan oleh pemuda ini?
Setiap kali ia diolok-olok dan dicaciia segera melaksanakan shalat lalu berdoa
untuk ayahnya.
Pada
suatu hari sang Ayah pergi bekerja ke luar kota tanpa sepengetahuannya. Seperti
biasa, pada malam harinya, si anak shalat dengan khusyuk.
Di
malam itu juga ayahnya pulang. Ia masuk ke dalam rumah dengan perlahan-lahan
agar tidak mengganggu anak-anaknya. Ia melihat anaknya shalat dengan khusyuk
sambil berdoa.
Sesudah
sholat si anak ini berdoa untuk ayahnya. Ayahnya yang melihat terpana dan
terdiam sesaat di tempatnya. Sementara si anak yang tidak mengetahui kedatangan
ayahnya tetap berdoa sambil menangis. Tak lama kemudian, sang ayah mengambil
air wudhu dan shalat di belakang putranya.
Ayah dan Anak
Ada
satu keluarga yang jauh dari Islam. Bapaknya sangat rusak, begitu pula
anak-anaknya. Namun, ada salah satu anak yang sangat berbakti. Oleh karenanya,
ia sering mendapat celaan dan hinaan dari bapak dan saudaranya.
Anak
itu umurnya masih 15-16 tahun. Namun, apa yang dilakukan oleh pemuda ini?
Setiap kali ia diolok-olok dan dicaciia segera melaksanakan shalat lalu berdoa
untuk ayahnya.
Pada
suatu hari sang Ayah pergi bekerja ke luar kota tanpa sepengetahuannya. Seperti
biasa, pada malam harinya, si anak shalat dengan khusyuk.
Di
malam itu juga ayahnya pulang. Ia masuk ke dalam rumah dengan perlahan-lahan
agar tidak mengganggu anak-anaknya. Ia melihat anaknya shalat dengan khusyuk
sambil berdoa.
Sesudah
sholat si anak ini berdoa untuk ayahnya. Ayahnya yang melihat terpana dan
terdiam sesaat di tempatnya. Sementara si anak yang tidak mengetahui kedatangan
ayahnya tetap berdoa sambil menangis. Tak lama kemudian, sang ayah mengambil
air wudhu dan shalat di belakang putranya.
Minggu, 30 September 2012
Kerang mutiara atau kerang rebus?
Pernah, saat saya sedang memancing
rawa, Bapak datang dan duduk di sebelah saya. Ia berkata, “Mil, bapak mau
cerita, mau dengar?” Saya mengangguk. “Kamu tahu proses terjadinya mutiara?”
tanya bapak. Saya menggeleng.
Sambil merangkul pundak, beliau
melanjutkan ceritanya. “Waktu kerang muda mencari makan atau bergerak untuk
pindah ia akan membuka cangkang penutup badannya. Buka...tutup...buka...tutup.
nah, suatu kali saat cangkang itu terbuka sebutir pasir masuk ke dalam cangkang
kerang itu. Sang kerang pun menangis sambil memanggil-manggil ibunda. “Bu sakit
Bu...ada yang masuk ke dalam tubuhku.”
Selasa, 25 September 2012
Terima kasih ayah
Suatu ketika, seseorang yang sangat
kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama
memeperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka
menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin. Pada
perjalanan pulang, sang ayah bertanya kepada anaknya. “bagaimana perjalana kali
ini?” tanya sang ayah. “wah, sangat luar biasa ayah,” jawab anak “Kau lihat kan
betapa manusia bisa sangat miskin?” kata ayahnya. “Oh iya,” kata anaknya, “Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?”
tanya ayahnya.
Batu Rubi yang Retak
Alkisah,
di sebuah kerajaan, raja memiliki sebuah batu rubi yang sangat indah. Saat
permaisuri akan melangsungkan ulang tahunnya, raja ingin memberikan hadiah batu
rubi itu kepada nistri tercintanya. Tetapi, saat batu Rubi itu dikeluarkan dari
tempat penyimpanan, terjadi kecelakaan sehingga batu itu terjatuh dan tergores
retak cukup dalam.
Kemudian
sang baginda memutuskan mengadakan sayembara, mengundang seluruh ahli permata
di negri itu yang mungkin waktu itu terlewatkan. Tidak lama kemudian, datanglah
seorang setengah tua yang berbadan bongkok dan berbaju lusuh, mengaku sebagai
ahli permata. Melihat penampilannya yang tidak meyakkinkan, para prajurit
menertawakan dia dan berusaha mengusirnya. Mendengarnya keributan, sang raja memerintahkan
untuk menghadap.
Jumat, 21 September 2012
7 Keajaiban Dunia
Sekelompok
pelajar kelas Geografi belajar mengenai “7 Keajaiban Dunia.” Pada akhir
pelajaran, pelajar tersebut diminta untuk membuat daftar yang mereka pikir
merupakan “7 Keajaiban dunia” saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian,
sebagian besar daftar berisi:
1)Piramida Besar di Mesir
2)Taj Mahal
3)Grand Canyon
4)Panama Canal
5)Empire State Building
6)St. Peter’s Basilica
7)Tembok China
Ketika
mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar, seorang
gadi yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi, sang guru
bertanya kepadanya apakah ia memiliki kesulitan dengan daftarnya. Gadis pendiam
itu menjawab, “Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena sangat banyaknya.
Sang guru berkata, “Baik, katakan pada kami apa yang kamu miliki, dan mungkin
kami bisa membantu memilihnya,” Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, saya
pikir Tujuh Keajaiban Dunia adalah:
1)Bisa menyentuh
2)Bisa mencicip
3)Bisa melihat
4)Bisa
mendengar.
Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan...
5)Bisa merasakan
6)Bisa tertawa
7)Dan bisa mencintai.
Ruang
kelas tersebut sunyi seketika. Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada
eksploitasi manusia dan menyebutnya “keajaiban” sementara kita lihat lagi semua
yang telah Tuhan lakukan untuk kita, menyebutnya sebagai “biasa”. Semoga kita
hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul-betul ajaib pada diri kita.
Kamis, 20 September 2012
Segelas Susu
Satu
hari, seorang anak lelaki miskin kehabisan uang. Ia memutuskan meminta makana
kepada seoang ibu pejabat. Ketika ibu tersebut membuka pintu, si anak tidak
berani untuk meminta makan, ia hanya meminta segelas air. Taoi, ibu tersebut memberinya
segelas susu. Susu itupun dimunum oleh anak tsb, sambil bertanya, “Berapa harga
segelas susu besar ini?” Ibu menjawab, “Kamu tidak perlu membayar apapun. Orang
tua kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran, jika melakukan kebajikan.”
Beberapa
puluh tahun kemudian ibu ini mengalami sakit kritis. Sehingga harus dikirim ke
rumah sakt ibukota. Di sana ada dokter yang mampu mengobati penyakit
komplikasinya itu.
Rabu, 19 September 2012
Kearifan Segenggam Garam
Dahulu,
hiduplah seorang lelaki tua yang terkenal saleh dan bijak. Di suatu pagi,
datanglah seorang lelaki muda. Tanpa membuang waktu, dia ungkapkan semua
resahnya. Pak Tua yang bijak, hanya meendengarkannya dengan teliti an seksama.
Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas
air. Dia teburkan garam itu ke dalam gelas, “Coba, minum ini, dan katakan
bagaimana rasanya?” pinta Pak Tua itu. “Asin dan pahit, pahit sekali.”, jawab
sang tamu, sambil meludah ke tanah.
Ia lalu
mengajak tamunya ini berjalan ke tepi telaga di hutan dekat rumahnya, lalu ia
menaburkan garam tadi ke dalam telaga. Dia berkata, “Coba, ambil air telaga
ini, dan minumlah”. Saat tamu itu selesai minum, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana
rasanya?” “Segar,” sahut tamunya, “Apa kamu masih merasaka garam di dalam air
itu?” tanya Pak Tua lagi. “Tidak,” jawab tamunya.
“Anakku,
dengarlah, pahitnya kehidupan ibarat segenggam garam, tak lebih dan tak kurang.
Jumlah dan rasa pahit itu sama, dan akan tetap sama. Tapi, kepahitan yang kita
rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu,
selalu berasal dari bagalmana cara kita meletakkan segalanya. Semua tergantung
pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan hidup, hanya
ada satu hal yang boleh kamu lakukan: lapangkanlah dadamu untuk menerima
semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu. Luaskanlah
wadah pergaulanmu supaya kamu mempunyai pandangan hidup yang luas. Kamu akan banyak
nelajar dari keleluasan itu.” Ucapnya bijak.
Sabtu, 15 September 2012
Memberi yang Terbaik
Seorang
ibu tua menggendong buntalan kain. Wajhnya merah tersengat matahari. Saya
memanggilnya, “Jualan apa ibu?”. “Ini den, jualan kain lap, handuk, keset,
buatan anak-anak yatim di kampung.” “Kampung ibu dimana?” “Majalaya – Bandung Den” jawab sang ibu. Saya terperangah. Ibu
lanjut usia itu bersedia dan mampu berjualan ke berbagai kota di Jawa Barat.
Ibu Etin akan kembali ke kota yang sama tiga bulan kemudian. “Kenapa ibu masih
berjualan?” saya terus bertanya.
“Di
kampung saya kan banyak anak yatim. Saya senang dengan mereka. Mereka membuat keset,
handuk, dan kain lap ini, tapi tidak bisa menjual. Maklum, masih anak-anak.
Takut ketemu orang. Saya ingin membantu mereka tapi saya nggak punya uang. Yang
saya punya satu-satunya hanya tenaga. Jadi, saya bantu mereka berjualan. Kalau
hasilnya laku dijual kan mereka bisa terus membuat kain lap ini dan terus
sekolah.” Urai Bu Etin sambil tersenyum.
Jawaban
Ibu Etin menghentikan pertanyaan saya. Cintanya apada anak yatim membuatnya melupakan
usianya. Dia abaikan jarak tempuh. Dia lupakan tidur bersama putra dan cucunya.
Dia gendong 20 kodi (400 potong kain) dari satu tempat ke tempat lain.
Teriakan ibu Etin “Kain lap...handuk...keset...kain lap,
handuk...keset” ketika menjajakan dagangan keliling kota telah menginspirasi
saya memberi yang terbaik.
Rabu, 12 September 2012
I Love You Mother
Ini adalah
mengenai nilai kasih ibu dari seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk
menyiapkan makan malam di dapur.
Kemudian dia
menyodorkan selembar kertas yang bertulis sesuatu, si ibu segera membersihkan
tangan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.
Rabu, 22 Agustus 2012
Hard Rock
Rasanya tahu kamu sudah ada pacar itu sesuatu,
Sesuatu yang bisa ngebuat aku senyum.
Dengan sendirinya, bibirku kebentuk pisang yang guling-guling.
Tapi aku mesti ingat kok kata-katanya pak Andi
Berpegang itu, nggak akan ada sakit hati.
Malah rasanya seneng banget,
Kalau sebelumnya, aku orangnya kepo banget tentang kamu,
sekarang sorry ya, kepoku sama kimia deh,
Ngurusin kimia, matematika, biologi sama fisika aja belum beres.
Jangan bertindak labil lagi kayak dulu put, nggilani ah.
Apa untungnya ya?
Bagiku, laki-laki baik itu tidak hanya melihat keindahan wanita hanya satu kedipan mata,
"wah cewek itu kok cantik banget ya? ayo deketin yok"
Kesannya itu gimana ya? Labil, alay pol,
Aku hanya ingin diperjuangkan dengan sesungguhnya, seperti aku selalu memperjuangkan kamu.
Dan akhirnya ke-selalu-anku memperjuangkan kamu sudah tidak lanjut untuk terealisasikan lagi. Kukira kamu pasti mau nunggu. Tapi ya enggak kenyataannya. Perjuangan buat jadi cewek sempurna memang nggak sia-sia kok. Aku belajar masak, sekolah beneran. maksudku pada awalnya, biar jadi yang sempurna. Yang sempurna buat kamu. Tapi ternyata kamu juga tidak berjuang untuk menjadi sempurna buat aku. Dan usahaku yang awalnya aku lakukan buat kamu sudah berubah haluan. Aku bukan anak labil lagi. Haluanku, arahku, tujuanku, semata-mata karena Allah, juga karena perjuangan orang tuaku.
Akan ada saatnya kamu merasa kehilangan kehadiran saya ketika saya memutuskan untuk berhenti mencintai kamu.
Bukan mudah rasanya kalau kamu merasa kehilangan, apalagi kehilangan orang yang telah masuk dalam kehidupanmu. Aku memang merasa telah berhenti dicintai, dan memang merasa sangat kehilangan. Tapi dengan begitu, saya dengan tekad yang bulat memutuskan untuk berhenti mencintai. Apakah dia juga merasa kehilangan seperti saya? Siapa tahu?
Blajar..Belajar..Belajar...
Jangan dikira postingan ini adalah wujud dari aku tidak terima keaadanmu sekarang ya,
jangan dikira aku sudah gila gara-gara kau sudah ada, ihhh
Tapi tujuanku memostingkan ini adalah mengosongkan sejenak semua pikiran dan memfokuskan sampai aku menjadi benar-benar berhasil. Bukan Move ON!!!
Sesuatu yang bisa ngebuat aku senyum.
Dengan sendirinya, bibirku kebentuk pisang yang guling-guling.
Tapi aku mesti ingat kok kata-katanya pak Andi
Berpegang itu, nggak akan ada sakit hati.
Malah rasanya seneng banget,
Kalau sebelumnya, aku orangnya kepo banget tentang kamu,
sekarang sorry ya, kepoku sama kimia deh,
Ngurusin kimia, matematika, biologi sama fisika aja belum beres.
Jangan bertindak labil lagi kayak dulu put, nggilani ah.
Apa untungnya ya?
Bagiku, laki-laki baik itu tidak hanya melihat keindahan wanita hanya satu kedipan mata,
"wah cewek itu kok cantik banget ya? ayo deketin yok"
Kesannya itu gimana ya? Labil, alay pol,
Aku hanya ingin diperjuangkan dengan sesungguhnya, seperti aku selalu memperjuangkan kamu.
Dan akhirnya ke-selalu-anku memperjuangkan kamu sudah tidak lanjut untuk terealisasikan lagi. Kukira kamu pasti mau nunggu. Tapi ya enggak kenyataannya. Perjuangan buat jadi cewek sempurna memang nggak sia-sia kok. Aku belajar masak, sekolah beneran. maksudku pada awalnya, biar jadi yang sempurna. Yang sempurna buat kamu. Tapi ternyata kamu juga tidak berjuang untuk menjadi sempurna buat aku. Dan usahaku yang awalnya aku lakukan buat kamu sudah berubah haluan. Aku bukan anak labil lagi. Haluanku, arahku, tujuanku, semata-mata karena Allah, juga karena perjuangan orang tuaku.
Akan ada saatnya kamu merasa kehilangan kehadiran saya ketika saya memutuskan untuk berhenti mencintai kamu.
Bukan mudah rasanya kalau kamu merasa kehilangan, apalagi kehilangan orang yang telah masuk dalam kehidupanmu. Aku memang merasa telah berhenti dicintai, dan memang merasa sangat kehilangan. Tapi dengan begitu, saya dengan tekad yang bulat memutuskan untuk berhenti mencintai. Apakah dia juga merasa kehilangan seperti saya? Siapa tahu?
Blajar..Belajar..Belajar...
Jangan dikira postingan ini adalah wujud dari aku tidak terima keaadanmu sekarang ya,
jangan dikira aku sudah gila gara-gara kau sudah ada, ihhh
Tapi tujuanku memostingkan ini adalah mengosongkan sejenak semua pikiran dan memfokuskan sampai aku menjadi benar-benar berhasil. Bukan Move ON!!!
Selasa, 14 Agustus 2012
Bukber IPA 1
Jauh-jauh hari kita ngerencanain bukber bareng,
kasih makasih dong buat sahabat-sahabat OSIS yang udah ngadain acara "FAIR DAY" di sekolah
Makasih ya, acara fairdaynya bareng anak kelas lama, seru lo,
Itu mungkin event terakhir bareng OXIPAS <3
nama kelasku waktu kelas 11 dulu,
Kelas 11 itu have fun, nyantai, pencarian jati diri,
pas banyak-banyaknya temen ,
Mereka seru, beneran seru, serunya masa SMA ya pas kelas 11
walaupun semua dari anak ma'had tapi tetep kompakkan,
kompakkan ga ngerjain PR, kompakkan ga jadi ulangan. hahahahaha
Jadi ceritanya, FAIR DAY itu pengganti acara rutinitas FUN FESTIVAL
itu acara sekolahku, acara pensi dalam rangka ngerayain HUTnya sekolah,
berhubung HUT-nya waktu ramadhan mungkin, jadi diganti FAIR DAY ini dueh
FAIR DAY itu kita satu sekolah buka stan yang isinya makana apa ta'jil buat buka puasa,
di stan IPA 1 ini ada pisang coklat, gorengan, es buah, puding.
pasti butuh modal buat jual-jualan kayak gitu,
Murah kok, aku narikinya cuman 15.000, itu mereka sudah dapet nasi lalap buat bukber bareng,
sayang yaa.. waktu acara FAIR DAY nya ga ada yang bawa kamera,
jadi gak ada snapshot-snapshotnya anak-anak
sayangg sekali, :'(
dan ternyata, malah uangnya sisa 305.000, hayooo jjaangg,,,
daan, kita mau ngadain bukber sesi keduaa.!!!
tapi sekali-kali lah, mayoritas anak ma'had makannya yang enak-enak
bukan nasi lalap lagi, tapi nasi bebek.
yaa kalau mau makan enak kan harus bondo, jadi bayar 10.000 lagi ya,
setara kok sama bayarnya, PUAASSS.....MANTAAPP,
hahahahaha....kalo yang ini ada galerinya
nih, enjoy it my friends :)
Sabtu, 24 September 2011
Cerita Berhikmah P.A.R.T 3
Si Kaya dan Si
Miskin
Alkisah, di suatu negeri pernah hidup
seorang yang kaya raya, yang rajin beribadah dan beramal. Meski kaya raya, ia
tak sombong. Kekayaannya digunakan untuk membangun rumah ibadat, menyantuni
anak yatim, membantu saudara, kerabat, tetangganya yang miskin, serta amal
sosial lainnya. Salah satu yang sering dibantu adalah tetangganya yang miskin.
Sesudah meninggal, si kaya ini pun masuk surga. Secara tak terduga,di surga
yang sama, ia bertemu dengan mantan tetangganya yang miskin dulu. Ia pun
menyapa.
“Apa kabar,
sobat! Sungguh tak terduga bisa bertemu kamu disini,” ujar si kaya.
“Mengapa tidak?
Bukankah Tuhan memberikan surga kepada siapa yang dikehendaki-Nya?” .
“Jangan salah
paham, sobat. Cuman aku ingin tahu, amalan apa yang kau buat lakukan sehingga
mendapat karunia surga ini?”
Rabu, 21 September 2011
Cerita Berhikmah P.A.R.T 2
Terima kasih ayah
Suatu ketika, seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya
mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memeperlihatkan kepada anaknya
betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah
daerah pertanian yang sangat miskin. Pada perjalanan pulang, sang ayah bertanya
kepada anaknya. “bagaimana perjalana kali ini?” tanya sang ayah. “wah, sangat
luar biasa ayah,” jawab anak “Kau lihat kan betapa manusia bisa sangat miskin?”
kata ayahnya. “Oh iya,” kata anaknya, “Jadi,
pelajaran apa yang dapat kamu ambil?” tanya ayahnya.
Kemudian si anak menjawab, “Saya saksikan bahwa :Kita
hanya punya satu kelinci, mereka punya empat. Kita punya kolam renang yang luas
dan mereka mmiliki telaga yang tidak ada batasnya. Kita mengimpor
lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam
hari. Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani
sesamanya. Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka
memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi”. Mendengar hal ini sang ayah
tak dapat berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan “Terima kasih Ayah, telah
menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita”. Betapa seringnya kita melupakan
apa yang kita miliki dan sebaliknya terus memikirkan apa yang tidak kita punya.
Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi
orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseoran. Membuat kita
bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Allah SWT
daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih. Jadi syukurilah hidup
ini.
Minggu, 11 September 2011
Cerita Berhikmah P.A.R.T 1
Cinta Tak Kenal Masa
Suatu ketika, sepasang kakek nenek
ditanya oleh anak dan cucunya tentang kiat menjaga keharmonisan keluarga hingga
bertahan puluhan tahun. Seraya tersenyum, nenek berujar. “Ini pengalaman kami
yang tak mungkin terlupa. Satu hari, kami sepakat untuk tidur terpisah sambil
menuliskan hal-hal yang tidak disukai dari pasangan kita. Pagi harinya, selepas
sarapan, kami membacakan catatan masing-masing. Ada tiga halaman nenek
menuliskan hal-hal yang nenek tidak suka dari kakek.
Tak ingin ketinggalaan, kakek pun
menyahut, “Kalian tahu berapa banyak poin yang kakek tidak suka dari nenek?
Kertas yang kakek bawa isinya kosong. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang
kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikitpun. Nenekmu cantik,
baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi
kakek.”
“Hal itu membuat nenek jadi terharu.
Sejak saat itu, tak pernah ada masalah yang mampu menyebabkan kami bertengkar
dan mengurangi perasaan cinta kami berdua,” pungkas nenek.
Tak jarang, kita sering menghabiskan
energi mengumpulkan sisi buruk pasangan kita. Padahal, pada saat yang sama kita
pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di
sekeliling kita. Hal penting yang selayaknya kita yakini, kita akan menjadi
manusia yang berbahagia jika kita mampu berbuat, melihat, dan bersyukur atas
hal-hal baik di kehidupan ini dan senantiasa mencoba untuk melupakan yang buruk
yang pernah terjadi. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi dengan keindahan,
pengharapan dan kedamaian.
Langganan:
Postingan (Atom)
